Merokok? No!

Dua hari yang lalu, saya mengikuti kemah Bahasa Inggris. Saya bertemu seorang warga Korea berwarga negara Amerika. Ada hal berharga yang dapat saya ambil ketika berbicara dengannya.

Dia sudah hidup di Indonesia sekitar 15 tahun. Orang ini sangat prihatin dengan jumlah perokok di Indonesia. Dia juga sangat menyayangkan bahwa siswa-siswa SMP juga banyak yang sudah mulai merokok.

Dia membaritahukan beberapa poin sebagai berikut. Banyak orang yang merokok menghabiskan kurang lebih 1 bungkus tiap hari. Jika dirupiahkan mereka telah menghabiskan Rp. 10.000 setiap hari. Sehingga setiap bulan mereka telah menghabiskan uang kurang lebih Rp. 300.000,- / bulan. Angka yang lebih tinggi dibandingkan biaya beli beras, ataupun biaya sekolah. 

Coba kita lihat, kebanyakan perokok adalah pekerja pabrik. Dia mempunyai gaji Rp. 1.500.000,-. Rp. 300.000,- dihabiskan percuma dan yang sebenarnya banyak orang yang bisa bidup tanpa Rokok. Sehingga seperlima uangnya habis sia-sia.

Jika saya korelasikan dengan pengalaman yang pernah saya alami. Banyak orang yang sampai menjual rumah dan tanah karena salah satu anggota keluarganya masuk rumah sakit dan berhutang sampai puluhan juta rupiah. Dan ironisnya mereka tetap saja merokok. 

Saran saya bagi perokok. Berhentilah merokok! Gunakan uang rokok anda untuk mendaftar asuransi kesehatan sehingga Anda tidak perlu menjual rumah Anda ketika keluarga Anda sakit. Gunakan uang itu untuk biaya sekolah anak atau les anak Anda, Atau gunakan untuk investasi yang lebih bermanfaat.

Semoga bermanfaat. Saya tida merokok, dab saya BAHAGIA.

Stop Smoking! (7 Alasan Menghindari Merokok)

7 alasan menghindari merokok:

1. Tidak merokok pun, saya bisa tetap bahagia. Kasihanlah orang yang bahagia karena harus merokok dan mereka pun harus gelisah jika tidak merokok.

2. Saya tidak bisa merasakan enaknya merokok. Kok bisa? Bagaimana caranya? Bagi Anda yang  belum pernah merokok dan mencobanya pertama kali. Anda akan merasa rokok itu tidak enak. Nah jadikan alasan ini sebagai dasar untuk tidak bisa merasakan rokok. Kalau pun ada orang yang menawari, bilang saja pada mereka bahwa saya tidak bisa tahu bagaimana enaknya rokok.

3. Banyak orang yang gelisah ketika mereka kehabisan rokok. Misalnya sehabis makan, mereka selalu mengkonsumsi rokok. Jika tidak merokok ya gelisah. Nah alasan inilah yang membuat saya menghindari rokok. Toh saya tidak bingung buat nyari-nyari rokok, ke luar rumah dan beli di toko. Sehabis makan ya tenang duduk manis dan PUAS!!!

4. Ketika penyakit datang dan mengharuskan kita berhenti merokok, kita akan tahu seberapa menderitanya untuk berhenti merokok. Daripada menderita dan mikir untuk berhenti merokok. Mending ndak perlu nyoba-nyoba untuk merokok. Say no to smoking!!!

5. Merokok sama dengan meracuni istri dan anak-anak kita tercinta.

6. Merokok itu tidak baik. Jika Anda tidak setuju, kenapa kita melarang Anak-anak untuk merokok sedini mungkin. So Smoking is not good.

7. Seandainya kita merokok. Pastilah itu akan menjadi contoh atau model untuk anak-anak kita. Padahal Anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya lebih muda dan lebih awal dibanding orangtuanya. Hayo? Salah sapa kalau banyak anak muda zaman sekarang sudah mulai merokok di usia yang sangat muda. Pastilah orangtuanya.