Outbound Seru saat Rafting di Kampung Ulu, Kali Elo (Tata Cara)

Pada hari Sabtu kemarin, Saya dan keluarga besar SMA N 1 Limbangan pergi rafting ke Magelang tepatnya di Kampung Ulu. Ada hal menarik yang bisa saya ambil di perjalanan kali ini. Disana saya tidak hanya melakukan rafting, namun saya juga mencoba untuk pertama kalinya yaitu mengikuti outbond bersama 34 guru SMA N 1 Limbangan lainnya. Dibawah ini saya mencoba menggambarkan bagaimana cara melakukan outbond yang dilakukan oleh pemandu di Kampung Ulu Resort Magelang.

1. Melatih Fokus
Hal pertama yang dilakukan untuk membuat peserta tertarik dan semangat adalah memainkan permainan sugesti. Permainan ini menekankan pesertanya untuk konsentrasi dengan arahan pemandu seperti dialog berikut ini:
Pemandu (Pem) : Anda bahagia
Peserta (Pes) : Ya, Saya bahagia
Pem : Anda Sehat
Pes : Ya, Saya sehat

Kemudian dilanjutkan permainan angka seperti ini:
Pemandu : Fokus dengan angka terakhir! Jika angka terakhir adalah 1, katakana yes dengan mengepalkan tangan kanan kebawah, jika terakhir adalah 2, katakan yes dengan mengepalakan tangan kanan dan kiri kebawah secara bergantian, jika terakhir adalah 3, katakan yes dengan gerakan tangan seperti yes angka 2 dan ditambah mengoyangkan pinggul kesamping kiri dan kanan.

Contoh:
Pemandu: 3 1 2 2
Peserta: Yes Yes (kedua tangan mengepal kebawah secara bergantian
Pemandu: 3 1 3 1
Peserta: Yes (Hanya satu tangan mengepal kebawah)
2. Pemanasan
Dalam kegiatan pemanasan pemandu memberikan instruksi untuk mengangkat tangan kanan kebawah dan keatas dalam hitungan mundur 8 s.d 1. Diikuti mengangkat tangan kiri kebawah dan keatas dalam hitungan mundur yang sama. Kemudian diangkat kaki kanan kebawah dan keatas dengan hitungan yang sama. Dan terakhir kaki kiri dengan gerakan yang sama. Kegiatan ini secara runtut dilakukan dari tangan kanan sampai kaki kiri dengan melanjutkan hitungan mundur dari 7 s.d 1, 6 s.d 1, sampai habis.

3. Game Cari Pasangan
Kegiatan berpasangan adalah mencari pasangan sesuai perintah pemandu. Sebagai contohnya, carilah 1 teman untuk menjadi pasanganmu. Jika ada satu orang yang tidak mendapat pasangan maka orang itu dihukum dengan dicoret lipstick di pipi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan “ganti pasanganmu” dimana peserta harus mencari pasangan yang lainnya dan tidak boleh tetap dengan pasangan sebelumnya.

Kegiatan berpasangan kedua adalah membentuk permainan kerang dan mutiara. Dimana mutiara adalah orang yang harus dalam lingkaran tangan yang diapit oleh kerang (orng yang mengapit) Contohnya pemandu mengatakan buatlah 1 mutiara dengan 2 kerang. Berarti ada satu orang yang ditengah dan dilingkari tangan 2 orang lainnya. Jika pemandu mengatakan buatlah 2 mutiara dan 3 kerang. Maka ada 2 orang di dalam lingkaran da nada 3 orang yang membuat lingkaran tangan.

4. Up, Down, round, and beep
Game ini sebenarnya disisipkan pada saat game berpasangan-pasangan. Dimana 2 orang itu menyusun kepalan tangan secara vertikal dengan posisi tangan kanan orang pertama di atas, tangan kanan orang kedua dibawahnya, diikuti kepalan tangan kiri orang pertama, dan terakhir adalah kepalan tangan kiri orang kedua. Intruksi pemandu:
a. Up Kepalan tangan paling bawah harus ke susunan atas.
b. Down  kepalan tangan paling atas harus ke susunan paling bawah.
c. Round  Goyangkan pinggul memutar
d. Beep  tangan paling atas harus secepatkilat memukul seperti (Memalu paku) dan sebisa mungkin mengenai tangan di bawahnya. (kepalan tangan yang dipukul harus menghindar)
Instruksinya divariasi sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi.

5. Game Bernyanyi
Disini, kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok harus mebuat satu barisan kebelakang. Kemudian pemandu menyanyikan lagu dengan irama “Crek dung Crek dung Crek Crek…Crek dung Crek dung crek crek…” Hidupku… “Crek dung Crek dung Crek Crek…Crek dung Crek dung crek crek…” … selalu riang gembira… “Crek dung Crek dung Crek Crek…Crek dung Crek dung crek crek…” Agar aku awet muda “Crek dung Crek dung Crek Crek…Crek dung Crek dung crek crek…”
Ketua kelompok yang ada di depan harus bernyanyi dan membuat goyangan yang berbeda dengan grup lainnya. Kesempatan diberikan secara bergantian kepada masing-masing kelompok.

6. Game Kekompakan
Menurut saya, game ini adalah game yang paling lucu dan pasti membuat semua orang tertawa karena masing-masing tim yang mempunyai anggota 5 kelompok harus berpikir dan bekerja dengan kompak. Jika ada satu anggota tim yang melanggar maka semua anggota dalam tim tersebut mendapat hukuman coretan lipstick di pipi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini cara lengkap melakukannya:
a. Pertama-tama, tentukan nama tim masing-masing dengan menggunakan nama hewan dalam bahasa jawa.
b. Kedua, setiap tim harus membuat barisan kebelakang. Ketua tim berada paling depan.
c. Setiap anggota diberi tanggung jawab. Baris paling akhir harus bilang “AWAS”, baris kedua dari akhir harus bilang “SIAP”, baris ketiga dari akhir bilang “TEMBAK”, dan yang keempat “DOOR”, dan terakhir anggota paling depan harus menyebut nama tim lainnya. (AWAS, SIAP, TEMBAK, DOOR, dan menunjuk nama tim lain harus dilakukan secara urut bergantian dari belakang ke depan)
d. Tim yang ditunjuk harus mengatakan AWAS, SIAP, TEMBAK, DOOR, dan menunjuk nama tim lain dengan urut. Begitu seterusnya sehingga mendapatkan grup yang melakukan kesalahan.
e. Tim yang tidak urut melakukannya harus mendapat hukuman.
f. Setelah beberapa kali, Pemandu meminta anggota tim bertukar posisi. Posisi nomor 1 dari depan harus pindah ke nomor terakhir sehingga dia harus berkata “AWAS”. Begitu pula anggota yang lain harus maju bergeser ke posisi depan dengan kata yang “SIAP”, “TEMBAK”, “DOOR” atau menunjuk grup lain.

7. Menyusun kata
Pemandu membagi grup menjadi dua kelompok besar. Pemandu meminta masing-masing kelompok membuat lingkaran dan berbalik menghadap keluar lingkaran. Setelah itu mereka harus berpikir untuk memilih salah satu peserta yang paling jarang menjadi ketua dengan menudingkan jari telunjuk. Peserta yang paling banyak mendapat jari telunjuk dari temannya harus menjadi ketua. Setelah itu masing-masing grup harus membuat yel-yel dan mempraktikannya.
Setelah yel-yel, masing-masing grup harus berlomba mendapatkan poin pada game menyusun kata. Pemandu menyediakan beberapa huruf besar untuk dibawa oleh masing-masing peserta dalam kelompoknya. Dimana huruf yang dipakai diantaranya adalah : A, B, E, M, N, R, U, I, K, dan S. kemudian pemandu akan membacakan sebuh pertanyaan yang jawabannya harus membentuk sebuah jawaban yang terdiri dari lima huruf. Tim yang paling cepat membuat susunan huruf akan mendapatkan poin. Sebagai contoh pertanyaanya adalah “Burung yang mempunyai ekor berbentuk kipas indah dan memiliki mata?” jawabannya adalah MERAK.

Semoga bermanfaat. Jika bingung langsung komen saja karena penulis tahu petunjuk outbond ini tidak menggunakan gambar.

Advertisements

Solusi Jitu agar Siswa selalu Mendengarkan Kita (sebagai Guru)!

Riko Arfiyantama

Sebagai guru, kita mungkin sudah bosan melihat siswa kita malah asyik ngobrol sendiri, ngambar-ngambar gak penting, atau bahkan enak-enakan tidur saat kita capek-capek njelasin materi. Sebagai manusia biasa, kita pasti langsung ketiban paket “jengkel plus marah” saat menerima kejadian tersebut. Jengkel boleh sih asal jangan langsung lempar penghapus aja. hehehe.

Ingat! Tiada asap tanpa api. Siswa kita berulah seperti itu mungkin saja karena kita kurang dapat menguasai kelas dengan baik. Nah disini saya akan berbagi ilmu yang saya dapat ketika mengikuti kemah bahasa Inggris dengan beberapa guru luar negeri sepekan yang lalu. Kurang lebihnya adalah sebagai berikut.

Budaya orang barat ketika mereka berbicara, mereka akan selalu melihat mata orang yang diajak bicara. Mereka menganggap bahwa melihat mata saat bicara berarti menghargai orang yang sedang berbicara. Oleh karena itu, mustahil ketika kita berbicara dengan orang barat, kita dapat melakukan hal-hal lainnya. Apalagi kalau kita bicara sambil main hape, dijamin mereka bakal merasa tidak dihargai dan Anda pun akan ditinggal pergi. hehehe.

Bagusnya, orang barat juga melakukan budaya yang sama ketika mereka mengajar di kelas. Disana, guru akan memastikan semua siswanya melihat mata guru mereka ketika guru sedang berbicara/menjelaskan sesuatu. Dalam hal ini, biasanya mereka akan berkata: “One, Two, Three! Eyes on me!” sebelum mereka mulai berbicara.

Nah ini dia yang akan saya sampaikan. Saya sudah mempraktikannya, dan hasilnya …. SEMPURNA! Tidak ada siswa yang main hape, tidak ada yang tidur, dan tidak ada yang ngobrol sendiri. KOK BISA???? Baik inilah penjelasannya.

  1. Pada awal semester/tahun ajaran, kita harus membuat perjanjian bahwa pada saat guru menerangkan semua siswa harus melihat (menujukan mata mereka) ke arah guru yang sedang berbicara. Jelaskan juga bahwa Indikasi siswa “memperhatikan” adalah “menujukan mata mereka” (hanya pada guru yang sedang berbicara). Katakan pada mereka: “Jika kamu tidak memberikan pandangan mata kepada saya berarti kamu tidak sedang memperhatikan saya. Oleh karena itu, tujukan mata kalian ketika saya berbicara.”
  2. Setiap kali akan berbicara/menjelaskan, mulailah dengan berkata Stop talking, Stop Writing, Put your pen, and look at me! artinya (berhenti bicara, menulis, letakkan penmu, dan lihat saya.)
  3. Dengan intruksi di atas, kita akan membuat siswa kita tidak bisa bicara dengan temannya karena mata mereka (Baca:perhatian mereka) hanya tertuju pada kita sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk ngrobrol dengan temannya. Ingat! Siswa bicara dengan temannya diawali dengan saling melihat, kalau tidak ada yang menegur pastinya mereka akan melanjutkannya dengan berbicara. Jelas kan?
  4. Dengan instruksi nomor satu, kita juga akan membuat anak tidak bisa tidur atau main hape karena mata mereka tertuju pada kita. Ingat! siswa tidur karena mereka mendapat kesempatan untuk menutup mata. Iya kan?
  5. Perlu diingat! Jika ada siswa yang mulai tidak memberikan mata kepada kita, kita harus segera mengingatkan siswa tersebut untuk kembali melihat kita. Sebut namanya dengan baik dan ingatkan untuk menujukan mata mereka lagi.
  6. Catatan: jika Anda memberi catatan untuk ditulis saat Anda sedang menjelaskan, berikan waktu beberapa saat untuk siswa mencatat setelah Anda selesai berbicara. Jangan biasakan siswa menulis saat Anda berbicara karena itu memberikan kesempatan mereka mengerjakan hal yang tidak ada hubungannya dengan belajar.

Selamat mencoba….Semoga bermanfaat!!!