Khotbah Jum’at: SUKSES DI ATAS RATA-RATA

(Khotbah motivasi untuk Khotbah Jum’at di Sekolah)

By Riko Arfiyantama, M.Pd

Hadirin jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Pada khotbah jum’at kali ini, kami akan menyampaikan sebuah tema yaitu “sukses di atas rata-rata”. Hal ini dirasa penting karena kita hidup di dunia ini, pastinya mempunyai sebuah cita-cita atau harapan untuk sukses. Terlebih sebagai seorang muslim kita harus dapat menjadi orang yang sukses, tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal-alamin.

Apalagi kita baru saja melalui idul Adha pada hari senin kemarin. Idul adha yang sangat berhubungan erat dengan waktu dimana bermilyaran orang menunaikan ibadah haji dan melakukan ibadah qurban. Dalam dua ibadah ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa seorang muslim haruslah menjadi sukses. Karena dengan menjadi muslim yang sukses kita bisa melakukan ibadah haji atau berqurban yang memerlukan biaya jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Apalagi sekarang ini, banyak jama’ah haji yang ingin segera berangkat ke tanah suci akan tetapi mereka tidak bisa melakukannya karena keterbatasan kuota. Dan bahkan mereka harus menunggu dalam jangka waktu yang lama. Menurut data “daftar tunggu haji di Indonesia sudah mencapai 20 tahun”. Sehingga jika Anda mendaftar sekarang di tahun 2016 ini, kemungkinan Anda akan berangkat di tahun 2036. Waktu yang tidak singkat.

Oleh karena itu, kita pastinya ingin menjadi orang yang mampu menjalankan rukun islam yang kelima ini ataupun berqurban pada Idul Adha selanjutnya. Istilah mampu disini sering diterjemahkan sebagai kesuksesan. Melihat keadaan tersebut, sebagai muslim kita sangat dianjurkan untuk menjadi orang yang sukses semuda mungkin agar bisa berhaji ataupun berqurban secepatnya. Pastinya hal tersebut tidak bisa kita capai hanya dengan berangan-angan dan bermalas-malasan. Kita harus rajin beriktiar, menuntut ilmu, perbanyak ibadah, berbuat baik, dan pastinya berdoa agar Allah SWT meridhoi setiap langkah yang kita lakukan. AAmiin.

Allah SWT yang Maha Kaya, yang Maha Mencukupkan, Maha Pemberi Rezeki sudah mengirim manusia terbaik Nabi Muhammad SAW untuk memberi contoh kepada Ummat Manusia akhir zaman. Dimana sebenarnya banyak sekali teladan dan contoh yang bisa kita tiru dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Namun, dalam khotbah ini, kami ingin hanya menyampaikan 5 amal yang dapat mempermudah ikhtiar kita agar kita dapat meraih sukses di atas rata-rata di dunia dan akhirat. Apakah kelima hal itu sehingga Allah lebih menyayangi kita dan memudahkan kita mengapai sukses di dunia maupun di akhirat.

Yang pertama adalah Solat Tahajjud

Allah SWT berfirman dalam QS: Al-Sajdah ayat 16 dan 17

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ١٦ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٧

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka kerjakan.”

Di dalam ayat tersebut jelaslah bahwa Allah akan menambah sebuah nikmat yang hebat bagi mereka yang mengerjakan shalat tahajjud.

Di dalam hadist HR Muslim, Rosulullah SAW Bersabda:

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim ).

Betapa dasyatnya sholat tahajjud sehingga doa yang dilakukan setelah solat tahajud bagaikan memanah yang pasti tepat di sasarannya. Subhanallah.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Setelah mengetahui keutamaan solat tahajjud, Amal yang kedua adalah mengerjakan sedekah.

Surah Sadjah ayat 16-17 itu menyebutkan bahwa selain solat tahajud, kita hendaknya menafkahkan rezeki yang kita punya karena balasan Allah terhadap apa yang kita berikan di jalan-Nya pastilah belipat-lipat ganda jumlahnya.

Dalam sebuah hadits qudsi dikatakan yang artinya”barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya”.

Di QS Al-baqoroh 261 Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuj untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha mengetahui.”

Di dalam ayat tersebut Allah telah menjamin balasan kepada orang yang bersodaqoh di jalan-Nya. Dan tak terhitung ayat-ayat lainnya yang menyampaikan tentang keutaman dalam melakukan shodaqoh.

Berikutanya, Amal yang ketiga adalah sholat dhuha

Dari berbagai hadist sholat dhuha disampaikan beberapa keutamaan solat dhuha diantaranya adalah,

  1. Shalat Dhuha bisa senilai dengan sedekah dengan seluruh persendian yaitu sebanyak 360.
  2. Shalat tersebut juga akan memudahkan urusan kita hingga akhir siang.
  3. Ditambah lagi shalat tersebut bisa menyamai pahala haji dan umrah yang sempurna.
  4. Shalat Dhuha termasuk shalat orang-orang yang kembali taat.

Dengan melakukan sholat dhuha secara rutin semoga Allah SWT. Dapat mempermudah hajat yang kita harapkan.

Amal yang keempat adalah bangun pagi diikuti dengan amal yang kelima yaitu sholat shubuh berjamaah di masjid.

Subuh itu teramat mulia. Yang Maha Mulia yang akan memuliakan pelakunya. Karena itulah, kalau kita subuh berjamaah, Allah tidak mengizinkan kita menjadi ‘terhina’. Apalagi ditambah dengan sholat dua rakaat sebelum subuh. Seesorang akan diganjar dengan kekayaan yang lebih dari dunia dan seluruh isinya. Subhanaallah.

Sedangkan bangun awal di pagi hari mempunyai keutamaan yang yang baik. Menurut penelitian University of Texas, mahasiswa yang rajin bangun pagi memiliki nilai IPK lebih tinggi dibanding mereka yang bangun siang.

Sehingga jelaslah untuk menjadi sukses kita hanya perlu mencontoh teladan terbaik ummat manusia Rasululloh SAW. atau melakukan Sunnah Nabi Muhammad.

Demikianlah amal-amal yang dapat kita lakukan dalam menjalan ikhtiar agar kita dapat sukses di dunia dan akhirat. Aamiin.

Semoga sebagai generasi muda, kita bisa menjalankan amal-amal tersebut secara rutin dan menjadikan hidup kita behkah dan sukses di dunia dan akhirat.

Demikian khotbah jumat yang kami sampaikan hari ini.

Save your Tears!!!

Taken from http://www.lancasterdiocese.org.uk

Don’t show your sadness by your tears and don’t ask for a pity from other people…

Because they cannot give you anything…

Save your tears only for your God… Tell him whatever you feel and ask everything you want…
He will never make you disappointed…

Sukses itu kuas…

Sukses itu kuasa Allah… Biar Dia yang menentukan apa yang terbaik buat kita…
Tugas kita hanya (5b) berpikir, berusaha, berusaha, berusaha, dan berdo’a
Berpikir menentukan target dan tujuan…
Usaha yang all out,.. (usahanya dibanyakin)
Berdo’a yang poool…

Sampaikanlah Kabar Gembira!!!

Siapa sih yang ndak sebel dengan teman-teman atau bahkan pasangan kita sendiri yang selalu mengeluh tentang apa yang mereka alami. Yups, hati-hati. Bergaul dengan teman-teman yang negatif  seperti ini (selalu mengeluh) akan membuat kita sedih juga lho. So bagaimana solusinya? Silahkan ikuti tips di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Semua yang telah kau pilih dan apa terjadi padamu adalah yang terbaik bagimu…

Jika ada teman yang datang mengeluh kepada Anda. Apa yang harus Anda lakukan? Pertama, sampaikanlah bahwa yang terjadi pada mereka adalah yang terbaik bagi mereka. Sedih itu boleh, tapi jangan biarkan sedih menguasai Anda. Faktanya dengan sedih, kita tidak bisa merubah keadaan. Sedih ndak sedih, keadaannya tetep aja seperti itu. So, buat apa kita bersedih. Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, dalam hidup ini kita bisa memilih untuk menjadi sedih atau tidak. Sedih itu adalah pilihan. Jika boleh didefinisikan, menurut saya sedih adalah suatu keadaan disaat kita tidak bisa menerima atas apa yang terjadi pada diri kita. Misalnya, ketika kita jatuh gara-gara menginjak pisang. Yang membuat kita sedih bukanlah rasa sakit jatuhnya, tetapi karena kita tidak terima dan mengeluh atas apa yang terjadi kepada kita. Nah parahnya, masih aja kita sering sedih karena tidak terima kita jatuh. Konsep ini memang sederhana jika dipikirkan, tapi sulit untuk dipraktekkan. Saran saya terus meneruslah berlatih untuk selalu menerima keadaan yang tidak bisa kita rubah dengan hanya bersedih. So keep moving on, guys!

Berlawanan dengan mengeluh, ternyata kita lebih dianjurkan untuk menyampaikan kabar baik. Dalam agama Islam, Nabi Muhammad mengajarkan pada kita untuk menyebarkan kabar gembira kepada sesama muslimin dan muslimat. Apa yang terkandung dibalik tuntunan mulia tersebut.

Inilah yang bisa saya ambil:

Orang yang membuat gembira orang lain, maka dia akan mendapat kegembiraan minimal 2x lipat dari yang diberi kabar gembira.

Sedangkan orang yang membuat orang lain sedih, maka dia akan mendapat kesedihan minimal 2x lipat dari apa yang temannya dapatkan.

Agama aja sudah mengajarkan kita untuk bersikap senang, ceria, dan selalu menebar kegembiraan kepada setiap orang. Hal ini ternyata tidak hanya baik untuk teman yang diberi kabar. Tetapi lebih diperuntukkan kepada si pemberi kabar karena dia akan mendapat kebahagiaan 2x lipat daripada si yang diberi kabar. Enak kan? Jadi ayo kita sebarkan berita gembira agar kita jadi lebih gembira. Utamakan emotikon tersenyum saat posting di fb atau twitter. Hapus dalam kamus Anda emotikon menanggis dan sedih karena itu hanya membuat Anda tambah bersedih. Dan semoga kita dapat dilindungi dari orang-orang yang berpikiran negatif (mengeluh) yang selalu tidak terima atas apa yang Allah gariskan pada mereka. Amin…

Kesimpulannya, sebarkanlah kabar baik sebanyak-banyaknya kepada orang lain.  Karena dengan membuat orang lain bahagia, Allah pasti juga akan membuatmu bahagia. 🙂

Semoga bermanfaat.

Apakah Takdir Bisa Dirubah?

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul dan membuat saya kepikiran. Sehingga saya memutuskan untuk mencari informasi dan dalil-dalil mengenai hal dirubahnya takdir manusia. Penasaran??? Baiklah ulasannya sebagai berikut.

Pertama begini, takdir setiap manusia sudah ditulis di Lauhul Mahfuzh sebelum manusia tersebut dilahirkan. Intinya yaitu lahir dan kematian kita memang sudah ditentukan dan tidak dapat dirubah lagi. Berikut adalah dalil yang menyatakan hal tersebut.

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal . Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” Yunus (10) : 49

Terus,.. timbul pertanyaan lagi… Jadi buat apa kita berdo’a, bersedekah, atau menjalin silaturahmi agar kita mempunyai umur yang panjang….

Nah pertanyaan “takdir bisa dirubah” membuat saya tambah binggung disini. Tapi Alhamdulilah setelah membaca berbagai sumber. Saya dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Memang takdir itu sudah ditetapkan. TAPI TUNGGU DULU. Allah kan maha mengetahui apa yang akan kita lakukan dan apa yang kita pikirkan di dunia.  Allah sudah mengetahui apa saja “takdir kita” (APA YANG AKAN KITA LAKUKAN) sejak dalam kandungan  atau bahkan jauh sebelumnya.

Nah disinilah intinya. Jika kita sekarang berdo’a dan bersedekah. Allah pun tahu sejak dulu (Pada saat ditulis di Lauhul Mahfudz) bahwa kita akan melakukan hal baik ini pada saat kita hidup nantinya, sebagai gantinya Allah juga sudah menetapkan (menakdirkan) kita berusia panjang. Oleh karena itu, usia panjang memang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai hasil dari apa yang akan kita lakukan pada saat hidup.

Kalau masih bingung lihat penjelasan berikut. Perlu diingat bahwa Allah Maha tahu segala apa yang ada di hati hamba-Nya sehingga,

Jika kita sekarang memutuskan untuk tidak mau berusaha, itu juga sudah diketahui (baca: digariskan) oleh Allah sejak dahulu kala. Dan pastilah kita mendapatkan balasan atas apa yang kita lakukan (dan pastilah balasan ini sudah diketahui pula oleh Allah juga sejak dulu).

Jadi kalau sekarang Anda berdoa, beramal dan menjalin silaturahmi. PASTILAH Anda ditetapkan (baca: diketahui) SEBELUMNYA memiliki umur yang panjang KARENA janji Allah adalah PASTI. “Allah tidak akan merubah nasib kaumnya jika ia tidak ingin merubahnya”. So, jika Anda ingin ditetapkan panjang umur. MAKA: BERUSAHA, BERDOA, dan BERSEDEKAH SEKARANG juga, agar Allah (dulu) menulis takdir Anda dengan umur yang panjang. Amin…

Ini ulasan saya. Jika ada benarnya, semua itu hanyalah milik Allah. Jika ada salahnya berarti dari saya pribadi.

God is always fair

God creates us with the different abilities… Some are smart, some are not… Some are skillful, and some are not… Some have specialty in science, and some in business…. Yeah, They are the truth…

But, God is always fair… He has his own plan over what he has created…

Just see your surroundings… a less smart person can be more successful than the smarter one… The less skillful person can be more successful than the smarter one… etc.

So…EVERYBODY CAN BE SUCCESSFUL…

No matter we are smart or not, skillful or not, have specialty in science or business…

If we make serious efforts in our life, we will be SUCCESSFUL…