Stop Smoking! (7 Alasan Menghindari Merokok)

7 alasan menghindari merokok:

1. Tidak merokok pun, saya bisa tetap bahagia. Kasihanlah orang yang bahagia karena harus merokok dan mereka pun harus gelisah jika tidak merokok.

2. Saya tidak bisa merasakan enaknya merokok. Kok bisa? Bagaimana caranya? Bagi Anda yang  belum pernah merokok dan mencobanya pertama kali. Anda akan merasa rokok itu tidak enak. Nah jadikan alasan ini sebagai dasar untuk tidak bisa merasakan rokok. Kalau pun ada orang yang menawari, bilang saja pada mereka bahwa saya tidak bisa tahu bagaimana enaknya rokok.

3. Banyak orang yang gelisah ketika mereka kehabisan rokok. Misalnya sehabis makan, mereka selalu mengkonsumsi rokok. Jika tidak merokok ya gelisah. Nah alasan inilah yang membuat saya menghindari rokok. Toh saya tidak bingung buat nyari-nyari rokok, ke luar rumah dan beli di toko. Sehabis makan ya tenang duduk manis dan PUAS!!!

4. Ketika penyakit datang dan mengharuskan kita berhenti merokok, kita akan tahu seberapa menderitanya untuk berhenti merokok. Daripada menderita dan mikir untuk berhenti merokok. Mending ndak perlu nyoba-nyoba untuk merokok. Say no to smoking!!!

5. Merokok sama dengan meracuni istri dan anak-anak kita tercinta.

6. Merokok itu tidak baik. Jika Anda tidak setuju, kenapa kita melarang Anak-anak untuk merokok sedini mungkin. So Smoking is not good.

7. Seandainya kita merokok. Pastilah itu akan menjadi contoh atau model untuk anak-anak kita. Padahal Anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya lebih muda dan lebih awal dibanding orangtuanya. Hayo? Salah sapa kalau banyak anak muda zaman sekarang sudah mulai merokok di usia yang sangat muda. Pastilah orangtuanya.

Advertisements

BE BRAVE TO ACT!!!

Don’t wait until you are smart and then brave to act!!!

Don’t wait until you are capable and then brave to do something!!!

But…

Be brave to act now because the situation will make you smart!!!

Be brave to do something now because what you face will make you capable!!!

Apakah Takdir Bisa Dirubah?

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul dan membuat saya kepikiran. Sehingga saya memutuskan untuk mencari informasi dan dalil-dalil mengenai hal dirubahnya takdir manusia. Penasaran??? Baiklah ulasannya sebagai berikut.

Pertama begini, takdir setiap manusia sudah ditulis di Lauhul Mahfuzh sebelum manusia tersebut dilahirkan. Intinya yaitu lahir dan kematian kita memang sudah ditentukan dan tidak dapat dirubah lagi. Berikut adalah dalil yang menyatakan hal tersebut.

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal . Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” Yunus (10) : 49

Terus,.. timbul pertanyaan lagi… Jadi buat apa kita berdo’a, bersedekah, atau menjalin silaturahmi agar kita mempunyai umur yang panjang….

Nah pertanyaan “takdir bisa dirubah” membuat saya tambah binggung disini. Tapi Alhamdulilah setelah membaca berbagai sumber. Saya dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Memang takdir itu sudah ditetapkan. TAPI TUNGGU DULU. Allah kan maha mengetahui apa yang akan kita lakukan dan apa yang kita pikirkan di dunia.  Allah sudah mengetahui apa saja “takdir kita” (APA YANG AKAN KITA LAKUKAN) sejak dalam kandungan  atau bahkan jauh sebelumnya.

Nah disinilah intinya. Jika kita sekarang berdo’a dan bersedekah. Allah pun tahu sejak dulu (Pada saat ditulis di Lauhul Mahfudz) bahwa kita akan melakukan hal baik ini pada saat kita hidup nantinya, sebagai gantinya Allah juga sudah menetapkan (menakdirkan) kita berusia panjang. Oleh karena itu, usia panjang memang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai hasil dari apa yang akan kita lakukan pada saat hidup.

Kalau masih bingung lihat penjelasan berikut. Perlu diingat bahwa Allah Maha tahu segala apa yang ada di hati hamba-Nya sehingga,

Jika kita sekarang memutuskan untuk tidak mau berusaha, itu juga sudah diketahui (baca: digariskan) oleh Allah sejak dahulu kala. Dan pastilah kita mendapatkan balasan atas apa yang kita lakukan (dan pastilah balasan ini sudah diketahui pula oleh Allah juga sejak dulu).

Jadi kalau sekarang Anda berdoa, beramal dan menjalin silaturahmi. PASTILAH Anda ditetapkan (baca: diketahui) SEBELUMNYA memiliki umur yang panjang KARENA janji Allah adalah PASTI. “Allah tidak akan merubah nasib kaumnya jika ia tidak ingin merubahnya”. So, jika Anda ingin ditetapkan panjang umur. MAKA: BERUSAHA, BERDOA, dan BERSEDEKAH SEKARANG juga, agar Allah (dulu) menulis takdir Anda dengan umur yang panjang. Amin…

Ini ulasan saya. Jika ada benarnya, semua itu hanyalah milik Allah. Jika ada salahnya berarti dari saya pribadi.

God is always fair

God creates us with the different abilities… Some are smart, some are not… Some are skillful, and some are not… Some have specialty in science, and some in business…. Yeah, They are the truth…

But, God is always fair… He has his own plan over what he has created…

Just see your surroundings… a less smart person can be more successful than the smarter one… The less skillful person can be more successful than the smarter one… etc.

So…EVERYBODY CAN BE SUCCESSFUL…

No matter we are smart or not, skillful or not, have specialty in science or business…

If we make serious efforts in our life, we will be SUCCESSFUL…

PROVIDING JOB is Better

It’s not good to beg, otherwise it’s better to give.

If you have money, you can give it for charity.

If you can do something, you can help someone by your specialty.

If you have idea, you can suggest your friends for their betterment.

It’s true that better to give than to beg.

But, there is something becomes the most worthiest above all.

That is to GIVE JOB because we do not only give. But, we make people productive! We make people more respected! We can raise their dignity! 

 The only man can do it is an ENTREPRENEUR… He certainly becomes the most influential person in his surrounding.

If you want to be such a most useful person

1. start your own business now!

2. be an Entrepreneur !

3. provide the employments for many people!

4. And Be happy to help as many people as possible!

Senang dan Sedih itu Biasa

Diambil dari http://padangexplorermtb.org

Hidup itu seperti RODA.

Kadang kita di bawah dan kadang kita di atas. Artinya kadang kita sedih dan kadang kita senang. Memang sudah fitrahnya manusia akan selalu mendapati keduanya.

Nah, Tapi pertanyaan selanjutnya adalah: Kemana RODA itu akan berjalan?

Ada ke arah TANJAKAN

Ada yang ke arah DATAR

Ada pula yang ke arah TURUN

Di sinilah arti kehidupan yang sebenarnya. Di jalanan yang menanjak, datar, atau pun menurun kita sama-sama dihadapkan dengan posisi di atas (senang) dan di bawah (sedih). Namun, perlu diingat, pada saat kita sedang di posisi bawah roda, kemudian kita bergerak naik. Maka posisi serendah-rendahnya kita mungkin lebih tinggi daripada posisi paling atas pada saat kita belum naik tanjakan. Arah tanjakan adalah arah yang berat dan perlu usaha keras untuk mencapainya. Nah inilah jalan orang SUKSES. Walaupun sedang di posisi RODA bagian bawah sekali pun, dia akan tetap di atas jika dibandingkan dari posisi sebelum dia naik.

Berbeda dengan jalanan yang datar. Ketika kita di bawah (baca: sedih), ya kita akan mengalami sedih yang sama. Begitu pun senang, kita akan mengalami senang yang biasa saja alias sama. Metapor ini sama dengan orang yang tidak mau kerja keras. Dan menerima apa yang ada, tanpa mau berusaha lebih baik.

Arah yang terakhir adalah arah turunan. Arah turunan berarti arah yang mengenakkan (sesaat) dan tidak perlu usaha sama sekali. Ini sama bandingannya dengan orang yang suka hidup glamour, terkena narkoba, minum-minuman, dan suka mengambil jalan pintas. Nah inilah jalan orang-orang GAGAL. Apa akibatnya? Mereka akan terbawa dengan arus dimana ketika posisi roda yang paling tinggi pun tidak lebih tinggi dari posisi bawah sebelum mereka turun. Dan bayangkan ketika mereka di posisi paling bawah maka mereka akan di posisi yang lebih rendah dari posisi sebelumnya. NGERI!!!.

Kesimpulannya. Senang dan Sedih itu biasa. Yang paling penting kemana kita akan melangkah (ARAHNYA). Apakah mau naik, datar, atau turun. Semua itu pilihan Anda. Semoga tulisan ini menginspirasi kita untuk tetap berusaha (menempuh jalan tanjakan) untuk meningkatkan kebahagiaan kita. Tetap SEMANGAT!!!