Dapatkan Kebahagiaanmu walau dalam Masa Sulitmu

Melihat judul di atas, beberapa dari kita akan mengerutkan dahi. Memang bisa di saat kita sulit, kita dapat merasa kebahagiaan? Sebelum melanjutkan, mungkin di sekitar kita ada yang sudah mengeluh seperti: Saya belum kaya, saya belum lulus, saya belum naik pangkat, saya belum punya penghasilan besar, saya belum bekerja, dan belum-belum lainnya. Eits, stop jangan biarkan kesedihan Anda itu menutupi jalan kebahagiaan yang sebenarnya ada di waktu dan kapan saja Anda membutuhkannya. Ya benar bahagia itu ada di tempat dan waktu dimana atau kapan Anda membutuhkannya. Alias Bahagia itu tanpa syarat. Kurang lebih inilah pendapat Donal Trump dengan cara pandangnya tentang kebahagiaan. Jika Anda tidak bahagia sekarang, maka Anda tidak akan bahagia selamanya. Karena bahagia adalah dengan mensyukuri apa yang kamu punya sekarang.

Saya sih setuju-setuju aja dengan pendapat itu. Tapi saya berani bertaruh kalau bahagia tanpa syarat sebenarnya bisa dinaikkan ketingkat yang lebih tinggi. Caranya gimana? Bahagia tanpa syarat harus ditambah 1 syarat. Lho maksudnya apa? Yup bener, berbahagialah dengan bersyukur atas apa yang kamu dapatkan (Baca: tanpa syarat). So jangan nuggu kaya dulu baru senang, jangan nunggu naik pangkat baru senang, jangan nunggu lulus dulu baru senang, jangan nunggu harapan terjadi lalu senang. Yah intinya, selama kita dalam proses menuju hal yang kita tuju. Kita harus senantiasa senang dalam menapaki tangga-tangganya karena bahagia adalah tanpa syarat.

Akan tetapi, 1 syarat harus ditambah jika Anda mendapatkan musibah seperti: saya sedang sakit keras bagaimana saya bahagia, saya sedang jatuh miskin banyak utang dimana-mana, saya barusan ditipu orang, rumah saya kebakaran, ataupun ada seseorang yang meninggalkan kita. Nah di saat seperti ini bahagia tanpa syarat udah gak berlaku. Bagaimana kita bisa bahagia dengan menahan sakit di sekujur tubuh kita, bagaimana kita bisa bahagia jika kita dicari-cari orang untuk bayar utang, bagaimana kita bisa bahagia kalau semua yang kita punya habis ditipu orang, bagaimana bisa kita bahagia kalau orang yang kita cintai meninggalkan kita. Pada saat yang sesulit itu. Bahagia dengan 1 syarat yang harus berlaku. Lalu syaratnya apa? Berbahagialah karena Anda masih mempunyai Islam dan Iman. Ya benar sekali, berbahagialah kamu karena masih punya Islam dan Iman. Cukupkan dua hal tersebut.

Hal inilah yang terbersit ketika saya mendengar teman saya yang sedang sedih dan binggung karena ada salah satu keluarganya sakit keras. Apakah Anda tega bilang ke teman saya itu. Berbahagialah kamu karena Bahagia itu tanpa syarat. Udah tahau apa yang bakal terjadi. Pasti teman saya bakal menimpuk Anda. Benar bukan? So Bahagia tanpa syarat sudah gak berlaku disini. Bahkan dengan uang, jabatan atau apapun tak akan dapat membuat teman saya Bahagia di saat tersebut. Nah 1 syarat yang terakhir yang hanya akan membuatnya Bahagia. Cukuplah Islam dan Iman yang dapat diharapkan.

Huy, sekarang buka mata Anda. Dunia ini hanyalah permainan. Tiada sesuatu yang benar-benar membuat Anda bahagia. Sekali lagi, tidak ada suatu hal pun yang menjamin Anda bahagia di DUNIA INI. Coba tenggoklah sebentar orang-orang di sekitar kita:

Adakah orang yang sehat tapi hidupnya tidak bahagia?

Adakah orang yang kaya tapi hidupnya tidak bahagia?

Adakah orang yang punya jabatan tinggi tapi hidupnya tidak bahagia?

Adakah orang yang punya ketenaran tapi hidupnya tidak bahagia?

Adakah orang yang mempunyai kecantikan dan ketampanan tetapi hidupnya tidak bahagia?

Adakah orang yang mempunyai segalanya di dunia ini tetapi hidupnya tidak bahagia?

Saya yakin jawabannya pasti ada. Jadi apa lagi yang mau kita cari dalam hidup ini. Sudah fitrah seseorang diuji di dunia ini. Hidup hanya sekali. Artinya orang akan hidup, tumbuh, sakit, dan mati. Bahagia yang bisa Anda dapatkan kapan saja, dimana saja, dan bagaimanapun keadaannya hanyalah Islam dan Iman yang akan selalu dapat diharapkan. Selama Anda berpegang pada hal tersebut. Niscaya tiada suatu hal pun yang membuat Anda sedih karena hanya Ridha Allah SWT. yang Anda inginkan.

Hidup dengan harapan pastinya membawa semangat yang lebih. Semua pasti setuju dengan hal ini. Lalu bagaimana jika semua hal yang kita harapkan gagal total. Tidak ada yang tercapai satu pun dan Anda malah kehilangan semua yang Anda miliki. Masihkah ada harapan? Yup pasti dengan rumus 1 syarat di atas tentunya. Karena Islam dan Iman yang dapat diharapkan walau dalam keadaan sesulit apapun. Maka ucapakanlah kata ini” Hanya dengan Ridha Allah saya hidup dan Engkaulah tujuanku, tujuan tanpa akhir yang tidak peduli waktu, tempat, atau pun keadaan kita.”

Sebagai penutup, marilah kita jadikan hidup kita penuh dengan harapan agar kita selalu dinaungi kebahagiaan. Dan jangan lupa untuk menempatkan harapan tertinggi kita yaitu Islam dan Iman (Baca: Ridha Allah SWT.) sebagai tujuan utama hidup di dunia.

By: Riko Arfiyantama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s