Religionists and Atheist

Religious vs. Atheist

Dua hal yang mendasari pikiran manusia dimana mereka percaya atau tidak tentang adanya Tuhan sebagai pencipta Alam semesta ini. Sebagai orang timur, Atheis adalah hal yang sangat tabu untuk dipercayai. Akan tetapi, orang barat menganggap atheis adalah hal yang biasa dan mereka memikirkan semua hal yang ada di dunia ini adalah hal yang rasional dan berasal dari alam. Mereka menyangkal bahwa alam beserta isinya tidak ada yang mengatur. Sebaliknya mereka selalu menyanggah memang begitu adanya dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Dari semua sisi, kita bisa mengambil makna yang lebih dalam dari dampak yang ditimbulkan orang yang religious dan orang atheis. Oleh karena itu, perhatikan dengan seksama ilustrasi di bawah ini yang menggambarkan kehidupan seseorang dari sudut pandang “Serba ada” dan “serba kekurangan”.

Mari kita bayangkan, Anda adalah orang yang pintar, tampan/cantik, sehat, kaya raya, punya pasangan yang cantik/tampan, punya anak yang baik dan berbakti pada anda. Kemudian sekarang anda sudah menginjak umur 50 tahun dan anda sudah mencicipi semua kesenangan yang ada di dunia ini dengan mudahnya. Anda sudah mempunyai perusahaan yang banyak. Anda sudah dapat menghasilkan uang triliunan rupiah tanpa susah payah sehingga uang bukanlah hal yang penting lagi bagi anda karena sudah terlalu banyak uang yang ada di rekening anda. Anda sudah keliling dunia berkali-kali sehingga anda sudah merasa bosan ke tempat-tempat itu terus-menerus. Anda sudah memakan semua makanan enak yang anda makan. Anda bahkan sudah mendapatkan semua yang ada di dunia ini dan merasa bosan karena anda mendapatkannya terlalu mudah. Pertanyaannya adalah, apa yang akan lakukan jika anda sudah dalam posisi demikian????

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita bayangkan juga keadaan yang berbeda. Anda adalah seorang yang bodoh, jelek, sering sakit, sangat miskin, tidak punya istri dan tidak punya anak. Di usia 50 tahun, anda dijerat oleh hutang yang banyak. Setiap hari banyak orang yang memarahi anda karena tidak membayar utangnya. Banyak orang yang mencemooh anda karena sering menyusahkan orang lain. Rumah anda disita karena jatuh tempo hutangnya sudah habis. Anda sekarang tidak punya sepeserpun uang bahkan untuk membeli sesuap nasi. Pertannyaanya adalah, apa yang akan anda lakukan jika anda sudah dalam posisi demikian?

Jika anda Atheis, maka anda akan memilih MATI karena orang atheis melihat hidup ini hanya satu kali saja dan tidak ada hidup setelah mati. Mereka sudah tidak tahu apa yang harus diusahakan dan apa yang harus diimpikan. Seperti halnya orang kaya yang sudah mendapatkan semua hal di dunia ini. Jika dia adalah orang atheis, pilihannya adalah segera mengakhiri hidupnya daripada menunggu hari demi hari tanpa adanya harapan. Mereka setiap hari mencari apa yang mereka bisa lakukan. Tapi lagi dan lagi mereka tidak menemukannya karena mereka tidak tahu untuk apa mereka hidup. Mereka sudah merasakan semua kesenangan dan tidak ada lagi yang bisa diharapkan atau diusahakan. Melakukan ini dan itu, tanpa tahu untuk apa mereka melakukannya.

Sebaliknya, bagi orang atheis, orang yang serba kekurangan akan lebih memilih mati karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari diri hidup ini. Hanya ada penderitaan di dunia ini dan lebih baik mati daripada merasakan kesengsaraan yang tidak pernah berhenti.

Di sisi lain, mari kita lihat dari sudut pandang orang religious. Ketika mereka kaya raya dan sudah mendapatkan segala sesuatu. Mereka akan bijak menggunakan uangnya karena uang yang banyak itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan YME. Mereka akan beribadah untuk mendapatkan Ridho dari Tuhan. Mereka akan memberi manfaat kepada orang lain di sisa hidupnya. Mereka akan berhati-hati dengan ketampanannya dan takut menimbulkan dosa karenanya. Mereka akan megharap sesuatu yang lebih untuk menghadapi dunia yang mereka belum pernah tahu sebelumnya. Mereka akan tetap mempunyai asa untuk melanjutkan perjalanan panjang setelah mati.

Begitupun juga dengan orang yang didera kemiskinan dan penderitaan, mereka akan senantiasa bersabar karena mereka tahu semua penderitaan yang mereka dapatkan akan berbuah manis di kehidupan setelah mati. Mereka selalu berharap dan beribadah agar di kehidupan setelahnya mereka mendapatkan kehidupan yang enak dan indah. Mereka akan selalu kuat dan semangat meminta pertolongan dari Tuhan YME agar mereka diberi kemudahan sehingga, di kehidupan dunia, mereka mempunyai asa/harapan terakhir yaitu “HIDUP BAHAGIA SETELAH MATI”.

Sebagai kesimpulan, orang atheis melihat dunia ini tidak adil dan mereka cenderung memilih mati ketika mereka sudah tidak punya harapan di dunia atau bahkan semua harapan di dunia sudah terpuaskan. Sebaliknya bagaimana dengan orang religious, orang religious akan melihat semua yang terjadi di dunia ini memang benar diciptakan dengan seadil-adilnya. Tidak peduli mereka kaya atau miskin, tidak peduli mereka rupawan atau jelek, tidak peduli mereka pintar atau bodoh, mereka akan mendapatkan balasan setimpal atas apa yang mereka lakukan di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s