REFORMASI KURIKULUM SEKOLAH DASAR

Ulasan Reformasi Kurikulum Sekolah Dasar

Oleh Riko Arfiyantama

Mahasiswa Pasca Sarjana UNNES

0204511015

Perubahan kurikulum perlu dilaksanakan dalam jenjang waktu tertentu mengingat adanya perubahan jaman dan kebutuhan peserta didik yang berbeda. Wacana perubahan kurikulum Sekolah Dasar (SD) dalam beberapa waktu ini membuat orang bertanya-tanya apakah kebijakan tersebut sudah tepat dilaksanakan ataukah hanya karena kepentingan birokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, para praktisi pendidikan seharusnya melihat dulu sisi positif dan negatif dari kurikulum baru sebelum benar-benar memberlakukannya karena esensi perubahan kurikulum secara harfiah adalah untuk memberikan memperbaiki kualitas pendidikan dan mengatasi masalah dan kelemahan yang terjadi dalam kurikulum yang sudah berjalan.

Wacana Kementrian Pendidikan Nasional terhadap kurikulum SD adalah mengurangi mata pelajaran tingkat SD yang semula terdapat 11 mata pelajaran menjadi 7 mata pelajaran sebagai berikut. Continue reading

Religionists and Atheist

Religious vs. Atheist

Dua hal yang mendasari pikiran manusia dimana mereka percaya atau tidak tentang adanya Tuhan sebagai pencipta Alam semesta ini. Sebagai orang timur, Atheis adalah hal yang sangat tabu untuk dipercayai. Akan tetapi, orang barat menganggap atheis adalah hal yang biasa dan mereka memikirkan semua hal yang ada di dunia ini adalah hal yang rasional dan berasal dari alam. Mereka menyangkal bahwa alam beserta isinya tidak ada yang mengatur. Sebaliknya mereka selalu menyanggah memang begitu adanya dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Dari semua sisi, kita bisa mengambil makna yang lebih dalam dari dampak yang ditimbulkan orang yang religious dan orang atheis. Oleh karena itu, perhatikan dengan seksama ilustrasi di bawah ini yang menggambarkan kehidupan seseorang dari sudut pandang “Serba ada” dan “serba kekurangan”. Continue reading