Hadiah Khusus untuk Muridku yang “Super” (Cara Menangani Siswa Nakal Bag. 2)

taare zameen par 02 Preview   Taare Zameen par

Picture taken from http://theviewspaper.net/preview_-_taare_zameen_par_/

Huft… akhirnya gairah mengajari anak2Q yang “super” (Hiperaktif, suka cari perhatian, Bolos, gak mau buat tugas dll) bisa naik lagi karena dapat pencerahan dari menonton film India “Taare Zaamen”. Beberapa hari ini, aku disibukkan dengan rasa prihatin melihat murid-murid superQ yang masih belum sadar untuk belajar.

Prihatin gimana? sebenernya lebih kejam dari itu sih. Kok bisa? Lha wong gurunya pada prihatin muridnya mau menghadapi ujian nasional, eh malah muridnya nyante-nyante nggak ada prihatin-prihatinnya. Padahal, kalo tidak lulus, kan yang gak lulus muridnya bukan gurunya… hehe kejadian aneh tahunan!! Padahal setahuku, ujian nasional dengan 20 paket akan mereka hadapi dalam kurun waktu tidak lebih dari 70 hari ke depan.

Alhamdullilah dapat jalan dari Allah. Teman kerjaku ngasih film India “Taare Zaamen”. Film tersebut menceritakan seorang anak penderita dislexia bernama Ihsan. Penderita kelainan ini dapat membuat penderitanya tidak bisa menulis dan membaca sehingga banyak orang, termasuk orang tuanya, menganggapnya anak ini Bodoh, nakal, bandel, dll. Padahal ada suatu kharisma yang luar biasa dalam dirinya yang orang lain tidak punya yaitu kemampuan menggambar dan berimajinasi. Jika disamakan, mungkin hampir sama dengan kemampuan Albert Einsten, ilmuan terbesar yang mempunyai riwayat semasa kecilnya sering dianggap bodoh oleh teman dan guru-gurunya.

Ketidakmampuan untuk membacalah yang menyebabkan teman-teman dan guru Ihsan semakin memojokkannya. Setiap hari, semua orang di sekitarnya menilainya sebagai anak yang bodoh, susah diatur, suka membangkan dan suka membolos. Sampai akhirnya dia menjadi sangat terpukul dan stress karena semua orang membenci dan mengucilkannya karena dia adalah orang yang berbeda dari teman2 sebayanya.

Namun keadaan tersebut berubah, dialah sang guru menggambar tidak tetap yang sedang diperbantukan untuk mengajar di sekolah dimana Ihsan belajar. Dialah sang guru malaikat penyelamat, yang merelakan waktunya untuk memberikan waktu untuk lebih dekat dengan murid-muridnya, yang memberikan kasih sayangnya untuk murid-muridnya, dan yang tidak tertinggal adalah sebuah perhatian khusus untuk anak seperti Ihsan.

Benar adanya, dengan cara yang berbeda Ihsan dapat menjadi juara di kelasnya dan dapat membanggakan orang tuanya. Terlepas ini kisah nyata atau fiktif. Sebagai guru aku tertarik dengan gaya mengajar si guru penyelamat. Terinspirasi olehnya. Keesokan harinya, aku langsung aplikasikan kepada anak-anak super di kelas, dengan cara sebagai berikut:

1. Setelah kita diskusi atau menjelaskan suatu materi, pastilah kita ingin murid-murid dapat berlatih dengan soal atau sebagainya agar mereka bisa menjadi autonomous learner (Pembelajar Mandiri).

 2. Siapkan aja soal-soal untuk mereka kalau bisa dengan tingkat kesukaran yang berbeda.

3. INILAH SENJATA TERAMPUHNYA. Jangan pernah duduk di meja saja ketika murid mengerjakan tugas. Aku yang biasanya duduk di depan sambil menunggu mereka mengerjakan tugas. Ternyata hanya memberikan ruang bagi mereka untuk berulah.

4. Cobalah BERKELILING dan dekati anak-anak yang “Super”  itu. Ajaklah mereka tersenyum. Tanyakan apa yang mereka tidak bisa. Jelaskan hal-hal yang mereka tidak tahu. Sesekali ajaklah mereka bercanda dan selalu datangi murid-murid yang “super” tersebut ketika mereka tidak konsen dengan pekerjaan mereka. Teruskan berikan perhatian ketika mereka dalam proses mengerjakan tugasnya.

5. Jangan keluarkan mimik marah dan Keluarkan pujian-pujian sedikit agar mereka tambah semangat belajar.

Langsung dicoba! jangan banyak tanya. Hal kecil ini memang terdengar sepele. Tapi benar, anak-anak “super” yang ada di kelas kita akan klepek-klepek jika kita menjalankan metode ini. Anak yang bandel itu kan tujuannya mencari perhatian. Kalo mereka dikasih perhatian. Niscaya mereka diam. Iya tho? Ingat, Semua anak mempunyai kemampuan yang berbeda. Tidak ada anak yang bodoh.  Masalahnya hanya sudahkah mereka menemukan kelebihan mereka apa belum. Ingat! Semua orang punya kelebihan masing-masing. Nah gurulah seharusnya yang dapat menjadi penyelamat mereka agar mereka menemukan apa yang mereka cari. Teruslah menjadi guru yang menginspirasi muridnya. What you give is what you get!!! Anda memberi uang kepada seseorang, suatu saat anda akan mendapat uang. Jika Anda memberi bantuan, suatu saat akan ada orang yang memeberi Anda bantuan. Jika Anda memberi marah kepada murid, suatu saat murid Anda akan memberikan hal yang serupa. Jika Anda menanam kebencian kepada murid, suatu saat kita juga akan menuai buahnya. Nah oleh karenanya, berikanlah perhatian kepada murid Anda, pastilah murid Anda akan memperhatikan Anda.

15 Pebruari 2013

Riko Arfiyantama

5 thoughts on “Hadiah Khusus untuk Muridku yang “Super” (Cara Menangani Siswa Nakal Bag. 2)

  1. q dh berusaha seperti itu..berkeliling melihat pekerjaan mereka..memberikan pnjelsan lgi..tp besoknya kok msh seperti itu y mas?harus bagaimana y?

    • Ditunggui aja Anak2 yang super itu Mb… kalo perlu pindah tempat duduk anak yang super menjadi satu kelompok dan usahakan tempat dimana kita berdiri menjelaskan semua materi di dekat mereka… so we can monitor them fully… OK?
      If it doesnt work, call me, I’ll come 4 u… :)
      Hehe…

  2. Mas sya udah terap kan tehnik yg sama. .tp selalu aja mrk tiap hari bertengkar. Apa lagi anak super nakal ini berani nonjok,nendang temen ny bahkan banting meja kursi. . apa yg harus sy terapin y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s